Cari Blog Ini

Sabtu, 15 Agustus 2015

Dengan bola mata yang indah kau dan aku berkenalan




Pertemuan kita pada sebuah harapan kelanjutan hidup untuk mengejar masa depan dan harapan dari mimpi-mimpi yang telah dituliskan dalam kisaran hidup yang seru kujalani.
dan kini ku menemukan apa yang hilang pada hati yang lama dalam jauh ditutup, dia hanya seorang gadis yang menurutku istimewa yang bisa membuat senyum serta membuat hati bisa tenang.
Perkenalan itu hingga kini masih terjalin, dia cuek dan tidak terlalu mengangap semua sama, sejak hari itu engkau lantangkan kata-kata bahwa enggaku masih tersisa pada seseorang yang pernah ada pada hatimu yang dulu dan aku mulai risau mendengarnya, apakah itu petanda sebuah perjuanganku kembali atau itu petanda kepergian akan kembali terjadi.
Pertemuan yang hanya sebatas teman dari sebuah perkenalan dalam pekerjaan demi mengisi waktu dan menorekan kemampuan diri pada aplikasi yang tak tentu.
Dan pernah ku lantangkan mimpiku pada nya, jika suatu saat kelak memang kita berjodoh tolong jangan kecewakan hati orang yang berlindung kepadamu.
Dalam kata itu harapan demi harapan terjadi serentak mimpi hanya lewat dari bibir yang terucap, serta seketika kehidupan ini kembali terbangkit dari terpuruknya kejadian 3 tahun yang lalu, dan tak ingin ku mengenang kembali masa itu, dimana masa yang membuat aku sangat tak dapat berkata dan tak dapat melangkah apa yang harusnya ku lakukan pada jejak kaki yang mulai rapuh karna seseorang yang membunuh dan mematahkan impian yang terikat oleh janji yang dibuat olehnya dan dihianati olehnya sendiri.
Dan aku tak mau menjadi sebuah kejadian itu hadir kembali maka dari itu selama 3 tahun kututp hati ini dengan sangat rapat untuk kembali menerima seseorang yang bisa mengisi dan mengilangkan bekas sisa-sisa kepahitan itu.
Sekarang dengan petemuan itu serta perkenalan yang tak disengaja dan hingga terjalin komunikasi serta jalinan yang bak merapat seperti belajar kembali menitik titik demi titik rangakaian hati ini, dan sejalan dengan apa yang terjadi dengannya.
Sempat ku berpikir untuk tidak menerimamu, karena oleh terpuruknya kejadian masa lalu dan beberapa yang terlewatkan seseorang yang kutemui hanya sebatas teman dan sahabat yang beranggapan mereka memiliki rasa terhadapku, namun tidak untuk ku terima karena ku tau hati belom kembali, namun kali ini entah apa yang kurasakan saat pertama tatapan dengan bola matamu yang indah seakan penuh dengan tanya serta jawaban yang membuatku tak tertahan oleh hati yang beku.
berani berkata “KONSISTEN” dengan kata itu yang membuatku tergugah kembali, dan kupesankan untuk dapat menyukai apa yang menjadi hoby ku, dan kau jalani itu, sesuatu yang menjadi harap kini menjadi pudar karna dengan sebuah komunikasi yang susah.
 Tatapanmu masih seperti biasa sejak saat kita bertemu, namun entah itu tatapan apa, ku tak berani berkata karena ku tau akan menyakiti diriku sendiri, dia hanya mimpi.
Itu yang ku tau saat ini.
Jangan takut mimpi masih panjang, cerita masih berlanjut, perjalananmu dan perjalananku masih sangat panjang.
Kita lakukan terbaikbuat mu dan buatku kelak jika tak berjodoh anggap kita teman yang dekat lebih dari sahabat yang tak terputuskan dalam keadaan apapun.

Tanggal 29 mei 2015
Dua hari yang lalu aku mulai melihat ketidakpastian didirinya tampak, dia bagai daun yang jauh telah hanyut terbawa oleh aliran yang jauh mengalir ke mana entah tak tau, dia bukan mata yang ku lihat saat itu, dan bahkan dia mulai melihatkan bahwa dia membuktikan kekuatan hati yang tak ujung yang tak mampu kutebak dalam benak.
Seketika pemikiranku hilang karenanya dan seketikapun pikiranku kembali untuk sebisa mungkin ku bertindak dan bersifat biasa padanya.
Lepaskan hingga benar-benar aku tak bermimpi, anggap biasa seperti sediakala berjumpa, ku tak mau mata itu hanya tatapan godaan bahkan tatapan yang tak pasti yang hanya membuat semua menjadi tak tentu.
Memulai dengan jiwa yang bersih, menatap keindahan mata yang tajam seakan penuh seribu jawaban dan tanda tanya yang membuat mengakui atau mengingkari.
Kejujuranku mulai ragu sejak kulihat dia mulai menghindar entah apa yang ada dipikirannya tentang seorang lelaki atau sebuah hubungan yang komitmen.
 Mungkin ini jalannya dan memang aku yang terlalu terbawa suasana yang membuat aku Nampak memulai hal yang baru kutemui dengan berpikir dia berbeda sehingga aku mulai membuka karena tatapannya sampai kehati.
Setiap saat aq merana, setiap saat bertanya-tanya karena tatapan samapai kehati mungki itu yang pantas menjadi sebuah makna dengan senyuman yang penuh berarti.
Hanya mimpi yang dapat membuat hidup berpariasi mungkin dia salah satunya bagiku adalah mimpi yang tak nyata yang sedikit mengikuti jalan yang ku lalui.
30 mei 2015.
Pagi ini mulai memainkan jemari yang tak bosan mencurahkan kata demi kata pada tulisan yang yang sedang kurangkai, mulai memikirkan suatu keihklasan dan kepasrahan pada kepastian sang pecipta dan pemberi jodoh, hanya harapan yang tak akan lekang pada apapun,bermimpi demi mencapai keinginan yang harus dijalankan dengan sungguh-sunguh.
Huruf demi huruf tertulis dan terangkai bagai kata-kata yang membuat syair hayalan mimpi yang sedang berproses, untuk melanjutkan sebuah cerita yang berawal dari tatapan bola mata yang indah dan cantik, yang menusuk bagai harapan yang nyata.
Sempat terhenti untuk mengungkapkan kata dalam getar gejolak yang membara pada awal mula bertatap, hingga terpojok untuk melupakan dan mengihklaskan apa yang jalan telah tentukan, karena bermimpi lebih indah daripada berhayal pada kenyataan yang palsu, mengharapkan sesuatu yang tidak akan terjadi lebih sulit dari menjalankan yang sudah ada, namun mempertahankan sebuah komitmen yang di sepakati.
Sudah terlalu biasa ku mengalami hal ini, dan selalu belajar dari apa yang terlewatkan dari sebuah langkah hingga sebuah perjalanan.
Buntu pikiran untuk mengungkapkan ini padanya, ketidak pastian selalu menghantuiku, bukan karna ku tak yakin, tapi keraguanku atas sikap dan sifatnya yang membingungkan, yang selalu bertanya ada pola pikiran yang berujung tak berarah.
Menganggap semua sama tak berarti teman, tak berpikir ada jiwa yang tulus karena sebuah pemikiran sudah membentang dari dalam sebuah janji dan kejadian yang membuat semua takut akan terjadi kembali namun tak melihat sisi yang suci, sisi yang tulus, dan sisi yang jujur akan arti sebuah komitmen dan sebuah kata-kata yang berasal dari makna hati yang teramat dalam yang dibumbuhi sebuah ketulusan yang jujur.
Ada sebuah syair yang membuat ini ada padanya, syair yang terangkai dari bibir yang meronta kesakitan akan hal yang terjadi “lukisan yang selalu berbeda setiap hari, setiap berjumpa dengannya, selalu merubah setiap waktu, kadang engkau ceria bermanja, kadang engkau biru, kadang pula engkau menjingga manis”
1 juni 2015
Dimulai dari dua hari yang lalu ketika ahir malam mulai mengahiri bulan, dan pada hari libur yang membuatku liburan berkesan.
Dengan pasir putih, ombak yang bergulung setiap detiknya, serta suasana sepi tak berjumpa manusia yang layaknya pantai yang disuguhi liburan wisatawan. Karena kami dipantai dimana pantai tak bernama, kami menyusuri hutan, menyusuri tebing demi tebing dengan bekal alat camp kami dan peralatan lainnya tapi sayang tak membawa sebuah kail.
Dengan malam yang menyambut dan diterangi bulan yang indah, serta taburan bintang yang pekat, hingga menghampiri pagi dan terlelap sebentar untuk merehatkan fisik.
Pagi menyambut lentaran cahaya belom muncul namun kecerahan disambut pagi dengan remang-remang suasana laut.
Aku duduk ditepi dimana batu karang mengajakku bersahabat hingga cahaya pun datang, bermain ku dengan air dan pasir yang putih dan ditemani suara music yang indah yaitu suara gelombang ombak menerjang karang yang keras.
Memulai menghayal dan berpikir tentang dia, dan berimajenasi “aku tak mau kita seperti goresan yang tertulis dipasir putih pantai yang hanya menyisahkan kenangan ketika ombak datang namun tak berjejak”
Itu sebuah pertemuan yang tak ku harapkan dan bahkan sebuah harapan yang hilang tak berbekas, layaknya dia yang ku jumpa tapi takbertemu jua.
Aku ingin seperti karang walau habis dikikis air laut namun tetap kokoh berdiri dan menjadi sebuah

SEBUAH REALITA TANDA TANYA KETIDAK HADIRAN




Kuhangatkan dalam sebuah cangkir yang menjadi sebuah minuman yang dapat menyegarkan dalam selimut dingin dan dekapan angin yang berhembus silih berganti, menggapai sejuknya dalam angan mimpi.
Yang kini sebuah organisasi yang harus dipupuk kembali dan bangun dengan kokoh pondasinya, dimulai dari anggota yang hilang bak ditelan nya waktu dengan istilah yang sudah menjadi suratan yaitu seleksi alam.
Dengan seikatan nama sebuah organisasi yang dibangun sudah lama mungkin karena ego masih digunakan sehingga pasang surut anggota hialang terganti dan menyurut ditelannya pasang air di sebuah pantai