PENELITIAN PROSPEKTIF
( STUDI KOHORT )
Resiko Kebiasaan Minum Kopi
pada Kasus Toleransi Glukosa
Terganggu terhadap Terjadinya
Diabetes Mellitus Tipe 2PENDAHULUAN
Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan
penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia disebabkan kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau kedua
-
duanya.
Minum kopi boleh menyebabkan terjadinya
Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) yang
merupakan suatu prakondisi kejadian DM.TUJUAN PENELITIAN
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh
kebiasaan minum kopi pada kasus TGT
terhadap terjadinya DM tipe 2 dan
gambaran laju insidensi DM tipe
2 pada
kasus TGT serta kesintalannya.METODE PENELITIAN
Penelitian merupakan Studi Kohort
Prospektif selama 2 tahun 4 bulan terhadap
289 kasus TGT. Konsumsi kopi dinilai dari
jumlah kandungan kafein. Kadar glukosa
darah pada penderita DM yang berpuasa
adalah ≥126 mg/dL manakala yang tidak
berpuasa adalah ≥200 mg/dL.Langkah-langkah Penelitian Prospektif
Tentukan tujuan penelitian
Rancangan penelitian (satu kohort atau dua
kohort)
Tentukan kelompok terpajan dan kelompok
tidak terpajan (
inclusion criteria
dan
exclusion criteria)
Tentukan lamanya pengamatan dan frekuensi
pengamatan
Hitung besarnya sample yg dibutuhkan
Rancangan analisis yang akan dilakukan
kelompok terpajan:-
Peminum kopi
kelompok tidak terpajan:
-
Bukan peminum kopiTelitian: Temuan penting penelitian ini :
(1) Laju insidensi DM tipe 2 adalah 9,3 per 100
kasus TGT per tahun
(2) konsumsi kopi dengan kafein 240-359,9 mg
per hari hari mempunyai rasio hazard (HR) 2,31
dan kafein
≥
360 mg per hari mempunyai HR
2,92
(3) mencampur minuman kopi dengan susu atau
krim ditemukan mencegah DM tipe 2 dengan
HR 0,28, aktivitas fisik (indeks 120 menit/hari)
mencegah dengan HR 0,56 dan konsumsi serat
≥
gram per hari mencegah dengan HR 0,38;
(4) faktor lain yang berisiko adalah:-
a)
konsumsi lemak
≥
40 gram per hari dengan HR
1,99,
b)
obesitas (IMT
≥
25) HR 2,24,
c)
obesitas abdominal (RPPL:
≥
0,95; W:
≥
0,85) HR
2,44,
d)
lama minum kopi (
≥
10 tahun) HR 1,97,
e)
hiperglikemia (
≥
200 mg/dL) HR 2,74
f)
FFA tinggi (
≥
0,93 mM) HR 1,88;Rancangan Analisis:
Risiko Relatif (Relative Risk = Risk Ratio)
Risiko Relatif (RR) =
Risiko kelompok terpajan
Risiko kelompok tidak terpajanToleransi Glukosa Terganggu
Pemaparan Toleransi Glukosa
Terganggu
Jumlah Risiko
+ -
Peminum kopi
195
84
279
0.698
Bukan
peminum
94 120 214 0.439
Jumlah 289 204 493 RR = 1.589
Resiko relatif (RR) = 0.698/0,439 = 1.589
Risiko Atribut (RA) = (0.698-0.439) x 100 =
25.9%Nilai RR
RR=1, tidak ada asosiasi antara faktor
risiko dengan penyakit
RR>1, berarti ada asosiasi positif antara
faktor risiko dengan penyakit
RR<1, berarti ada asosiasi negatif antara
faktor risiko dengan penyakitKESIMPULAN
Dari hasil penelitian tersebut,dapat
disimpulkan bahwa peminum kopi
mempunyai resiko 0.698 kali lebih
besar jika dibandingkan dengan bukan
peminum kopi untuk terkena toleransi
glukosa terganggu (TGT), dan
besarnya resiko dapat dihindarkan
dengan terjadi TGT pada peminum
adalah 25.9%.
( STUDI KOHORT )
Resiko Kebiasaan Minum Kopi
pada Kasus Toleransi Glukosa
Terganggu terhadap Terjadinya
Diabetes Mellitus Tipe 2PENDAHULUAN
Penyakit diabetes melitus tipe 2 merupakan
penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia disebabkan kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau kedua
-
duanya.
Minum kopi boleh menyebabkan terjadinya
Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) yang
merupakan suatu prakondisi kejadian DM.TUJUAN PENELITIAN
Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh
kebiasaan minum kopi pada kasus TGT
terhadap terjadinya DM tipe 2 dan
gambaran laju insidensi DM tipe
2 pada
kasus TGT serta kesintalannya.METODE PENELITIAN
Penelitian merupakan Studi Kohort
Prospektif selama 2 tahun 4 bulan terhadap
289 kasus TGT. Konsumsi kopi dinilai dari
jumlah kandungan kafein. Kadar glukosa
darah pada penderita DM yang berpuasa
adalah ≥126 mg/dL manakala yang tidak
berpuasa adalah ≥200 mg/dL.Langkah-langkah Penelitian Prospektif
Tentukan tujuan penelitian
Rancangan penelitian (satu kohort atau dua
kohort)
Tentukan kelompok terpajan dan kelompok
tidak terpajan (
inclusion criteria
dan
exclusion criteria)
Tentukan lamanya pengamatan dan frekuensi
pengamatan
Hitung besarnya sample yg dibutuhkan
Rancangan analisis yang akan dilakukan
kelompok terpajan:-
Peminum kopi
kelompok tidak terpajan:
-
Bukan peminum kopiTelitian: Temuan penting penelitian ini :
(1) Laju insidensi DM tipe 2 adalah 9,3 per 100
kasus TGT per tahun
(2) konsumsi kopi dengan kafein 240-359,9 mg
per hari hari mempunyai rasio hazard (HR) 2,31
dan kafein
≥
360 mg per hari mempunyai HR
2,92
(3) mencampur minuman kopi dengan susu atau
krim ditemukan mencegah DM tipe 2 dengan
HR 0,28, aktivitas fisik (indeks 120 menit/hari)
mencegah dengan HR 0,56 dan konsumsi serat
≥
gram per hari mencegah dengan HR 0,38;
(4) faktor lain yang berisiko adalah:-
a)
konsumsi lemak
≥
40 gram per hari dengan HR
1,99,
b)
obesitas (IMT
≥
25) HR 2,24,
c)
obesitas abdominal (RPPL:
≥
0,95; W:
≥
0,85) HR
2,44,
d)
lama minum kopi (
≥
10 tahun) HR 1,97,
e)
hiperglikemia (
≥
200 mg/dL) HR 2,74
f)
FFA tinggi (
≥
0,93 mM) HR 1,88;Rancangan Analisis:
Risiko Relatif (Relative Risk = Risk Ratio)
Risiko Relatif (RR) =
Risiko kelompok terpajan
Risiko kelompok tidak terpajanToleransi Glukosa Terganggu
Pemaparan Toleransi Glukosa
Terganggu
Jumlah Risiko
+ -
Peminum kopi
195
84
279
0.698
Bukan
peminum
94 120 214 0.439
Jumlah 289 204 493 RR = 1.589
Resiko relatif (RR) = 0.698/0,439 = 1.589
Risiko Atribut (RA) = (0.698-0.439) x 100 =
25.9%Nilai RR
RR=1, tidak ada asosiasi antara faktor
risiko dengan penyakit
RR>1, berarti ada asosiasi positif antara
faktor risiko dengan penyakit
RR<1, berarti ada asosiasi negatif antara
faktor risiko dengan penyakitKESIMPULAN
Dari hasil penelitian tersebut,dapat
disimpulkan bahwa peminum kopi
mempunyai resiko 0.698 kali lebih
besar jika dibandingkan dengan bukan
peminum kopi untuk terkena toleransi
glukosa terganggu (TGT), dan
besarnya resiko dapat dihindarkan
dengan terjadi TGT pada peminum
adalah 25.9%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar